Kadar Air Ekstrak Herba Sambiloto (Andrographis paniculata) pada Variasi Suhu Pengeringan

Penulis

  • Erik Arya Tandi
  • Ratih Purwanti Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta
  • Mir-a Kemila Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.59737/jpi.v12i1.4

Kata Kunci:

Sambiloto, Kadar air, ekstrak herba

Abstrak

Sambiloto (Andrographis paniculate) adalah salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat anti diabetes mellitus. Ekstrak herba sambiloto dikemas sebagai sediaan obat herbal sesuai dengan prosedur CPOTB untuk memenuhi syarat mutu. Salah satu syarat mutu obat herba adalah kadar air < 10%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar air ekstrak herba sambiloto (Andrographis paniculate) pada variasi suhu pengeringan. Penelitan ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan desain one shoot case study. Esktrak herba sambiloto dibuat dengan metode ekstraksi perkolasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang didapatkan ditambahkan bahan pengikat amilum agar diperoleh ekstrak herba kering. Ekstrak kering dianalisis kadar airnya sebelum dan sesudah masuk prosedur pengeringan. Suhu pengeringan divariasikan pada 40◦C, 50◦C dan 60◦C. Hasil penelitian didapatkan kadar air sebelum dikeringkan, dikeringkan pada 40◦C, 50◦C dan 60◦C berturut-turut sebesar 16,92%, 7,58%, 7,05% dan 5,10%. Uji statistika didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 sehingga berbeda secara signifikan. Kesimpulan : Ekstrak herba sambiloto pada suhu pengeringan 40◦C, 50◦C dan 60◦C mempunyai kadar air yang telah memenuhi syarat mutu.

Referensi

Adawyah, Robiyatul. 2014. Pengolahan dan Pengawetan Ikan. Jakarta: Sinar Grafika Offset.

BPOM RI, 2011, Petunjuk operasional penerapan operasional pedoman cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB). Cetakan 1

Chao, W.W., and Lin, B.F., 2010, Isolation and Identification of Bioactive compounds in Andrographis paniculata (Chuanxinlian), Chin. Med. J. 5:1-15.

Haryanto B. 1992. Potensi dan Pemanfaatan Sagu. Yogyakarta : Kanisius

Mulyani H, Widyastuti S.H., EkowatiV.H.,. 2016. Tumbuhan Herbal sebagai Jamu Pengobatan Tradisional terhadap penyakit dalam serat Primbon Jampi Jawi Jilid I. Jurnal Penelitian Humaniora 21(II): 73–91 hlm

Niranjan, A., Tewari, S.K., Lehry, A.2010. Biological activities Of Kalmegh (A. paniculata Ness) and its active principles, Ind. J. Nat. Prod. Res., 1(2): 125-135.

Sudarsono dkk, 2006. Tumbuhan Obat I. Pusat Penelitian Obat Tradisional, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Hal 25-28

Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomer 32 Tahun 2019

Unduhan

Diterbitkan

2021-05-29