GAMBARAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI KLINIK PRATAMA BHARA MEDIKA KABUPATEN PURWOREJO JAWA TENGAH

Penulis

  • Susanto
  • M. Juang Saputra

DOI:

https://doi.org/10.59737/jpi.v8i2.92

Kata Kunci:

Keselamatan Pasien, Budaya Keselamatan Pasien, Klinik Pratama, Survei Keselamatan Pasien AHRQ Versi Kantor Medis.

Abstrak

Keselamatan pasien saat ini menjadi perhatian utama dalam berbagai pelayanan kesehatan.
Setiap langkah dalam proses pemberian pelayanan pada tingkatan fasilitas kesehatan apapun
mengandung resiko akan terjadinya kecelakaan atau kejadian yang tidak diinginkan. Telah
banyak penelitian dilakukan terkait masalah keselamatan pasien di seluruh penjuru dunia.
Namun sebagian besar besar masih berfokus pada penelitian keselamatan pasien dalam wilayah
pelayanan kesehatan di rumah sakit, begitupun program dan kebijakan yang di keluarkan pada
suatu negara. Sedangkan penelitian terkait keselamatan pasien yang berfokus pada pelayanan
kesehatan primer masih sangat sedikit. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran budaya
keselamatan pasien sebelum menghadapi akreditasi di klinik pratama Bhara Medika Purworejo.
Metode: Penelitian kuantitatif, cross sectional. Data diperoleh dari kuesioner versi medical office
dan dianalisis secara deskriptif menggunakan software workbook Medical Office Survey Excel
Tool versi 5.4 yang juga dikeluarkan oleh Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ).
Hasil: Dari 15 responden yang penelitian ini, berasal dari semua sektor organisasi pelayanan
klinik (medis, paramedis, staf administratif, manajerial, non-medis). Masa kerja terbanyak
(47%) responden adalah di antara satu hingga kurang dari tiga tahun. Dan waktu kerja dalam
seminggu sebanyak 73% masih di bawah 41 jam. Dari 12 dimensi budaya keselamatan pasien,
dimensi kerja sama tim dan pelayanan pasien yang berkelanjutan mendapatkan respon positif
yang tertinggi (97%). Dan hanya dimensi pembelajaran berorganisasi yang mendapat respon
positif paling sedikit (64%). Hasil yang didapatkan dari responden juga tidak berbeda jauh
dengan database yang dikeluarkan oleh AHRQ dari 2.437 kantor medis pada tahun 2017.
Kesimpulan: Hampir seluruh dimensi patient safety culture di klinik Bhara Medika termasuk
mendapat respon positif di atas 50%. Dan Dimensi pembelajaran tekanan dalam bekerja dan
ritme pekerjaan, dan juga dimensi proses kerja dan standardisasi masih harus menjadi
perhatian bagi klinik Bhara Medika karena mendapatkan respon positif terendah.

Diterbitkan

2022-06-28

Terbitan

Bagian

Artikel