Kesiapan Rekam Medis Elektronik dalam Menunjang Kodefikasi Penyakit dan Tindakan Medis (Studi Kasus Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta)

Authors

  • Halimatus Sakdiah
  • Rina Yulida Politeknik Kesehatan Permata Indonesia
  • Nofitriyani
  • Harinto Nur Seha

DOI:

https://doi.org/10.59737/jpi.v17i1.390

Keywords:

Kodefikasi klinis, Pelaksanaan, Rekam Medis Elektronik, Tindakan medis

Abstract

Perkembangan teknologi informasi saat ini mendorong kemajuan sistem pengelolaan dan penyimpanan data di rumah sakit, salah satunya adalah penerapan Rekam Medis Elektronik dengan prinsip keamanan, kerahasiaan data dan informasi. Oleh karena itu, Permenkes No. 24 tahun 2022 mewajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk menggunakan Rekam Medis Elektronik. Salah satu kegiatan dalam penyelenggaraan rekam medis elektronik yaitu pelaksanaan pengkodean penyakit dan tindakan medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan kodefikasi penyakit dan tindakan medis menggunakan rekam medis elektronik di Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 4 petugas rekam medis, 1 kepala unit rekam medis dan objek berupa SOP terkait pelaksanaan kodefikasi penyakit dan tindakan medis menggunakan rekam medis elektronik. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunj ukkan bahwa di Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta belum terdapat kebijakan khusus pada pelaksanaan pengkodean secara elektronik, belum terdapat SOP pada pelaksanaan kodefikasi dan tindakan medis menggunakan rekam medis elektronik. Proses pelaksanaan pengkodean dilakukan oleh petugas rekam medis dan terdapat beberapa kode diagnosa yang diinput oleh dokter yang divalidasi oleh petugas rekam medis. Kendalanya yaitu terdapat diagnosa pasien yang belum terisi maupun belum lengkap serta terdapat beberapa kode yang pada Database ICD Online yang diinput oleh Programmer belum memiliki karakter ke 4. Belum memiliki kebijakan dan SOP (Standar Operasional Prosedur) terkait pelaksanaan kodefikasi penyakit dan tindakan medis menggunakan rekam medis elektronik. Proses pengkodean dilakukan oleh petugas rekam medis dan dokter yang divalidasi oleh petugas rekam medis. Kendalanya yaitu diagnosa pasien yang belum terisi maupun belum lengkap serta terdapat beberapa kode yang memiliki karakter ke 4 tidak terdapat pada database ICD Online yang diinput oleh Programmer.

References

Febriana, D., Osadawedya, A. H., Nur, Z., & Anggraeni, O. (2024). Faktor-FaktorYangMempengaruhi Proses Pengkodean Diagnosis Di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap. Jurnal Ilmiah Perekam Medis Dan Informasi Kesehatan Imelda, Vol 9 (No 2), 2502–7786. http://jurnal.uimedan.ac.id/index.php/JIPIKI

Notoatmodjo, S. 2012 Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rhineka Cipta

Permenkes RI. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang rekam medis.

Puspitasari, N., & Retno, K. D. (2017). Evaluasi Tingkat Ketidaktepatan Pemberian Kode Diagnosis Dan Faktor Penyebab Di Rumah Sakit X Jawa Timur. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan Dr. Soetomo, 3(1), 27–38.

Rahmawati, E., Hasanah, I., & subandi. (2024). Pemahaman konseptual tentang standard operating procedure (SOP): Dasar, tujuan, manfaat, dan penerapan. Jurnal Medika Akademik, 2(6), 3031–5220. https://doi.org/10.62281

Rohmah, A. N., Nurmawati, I., & Muflihatin, I. (2020). Analisis penerapan RME pada unit Coding rawat jalan RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. J-REMI: Jurnal Rekam Medik Dan Informasi Kesehatan, 1(No. 4).

Sembiring, S. P., Susanti, V., Kaban, P. B., & Oktaviani, D. (2024). Analisis Sistem Penyelenggaraan Rekam Medis Pada Bagian Koding Di Puskesmas Medan Tuntungan. Jurnal Kesehatan Deli Sumatera, Vol2(No.1).http://eprints.ums.ac.i d/16612/2/SkripsiHumron

Ulfa, H. M., Octaria, H., & Sari, T. P. (2017). Analisis ketepatan kode diagnosa penyakit antara rumah sakit dan BPJS menggunakan ICD-10 untuk penagihan klaim di rumah sakit kelas C Sekota Pekanbaru tahun 2016. Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM), 5(2), 119-124

Downloads

Published

2026-05-29

How to Cite

Sakdiah, H., Yulida, R., Nofitriyani, & Nur Seha, H. (2026). Kesiapan Rekam Medis Elektronik dalam Menunjang Kodefikasi Penyakit dan Tindakan Medis (Studi Kasus Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta). Jurnal Permata Indonesia, 17(1), 1–7. https://doi.org/10.59737/jpi.v17i1.390

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.