Pemberdayaan Calon Tenaga Kesehatan dalam Pengelolaan Data Kesehatan Berbasis RME untuk Mendukung Program SATUSEHAT
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Digitalisasi pelayanan kesehatan melalui program SATUSEHAT mewajibkan setiap fasilitas layanan kesehatan menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME). Transisi ini menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM), khususnya calon tenaga kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan calon tenaga kesehatan dalam pengelolaan data kesehatan berbasis RME. Mitra sasaran program adalah 58 mahasiswa Program Studi Rekam Medis di Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta. Metode pelaksanaan mengadopsi pendekatan experiential learning dan simulasi klinis yang terbagi dalam tiga tahapan: edukasi konseptual, pelatihan praktik menggunakan aplikasi simulasi RME, dan pendampingan intensif melalui skenario role-play pelayanan kesehatan nyata. Evaluasi keberhasilan diukur melalui kuesioner pretest dan posttest (aspek kognitif) serta observasi langsung menggunakan checklist (aspek psikomotorik). Hasil evaluasi menunjukkan lonjakan pemahaman yang signifikan, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata pretest sebesar 48 menjadi 86 pada posttest. Pada aspek keterampilan, 86,2% peserta (50 mahasiswa) berhasil menyelesaikan 100% tahapan registrasi sesuai standar operasional prosedur (SOP). Sisanya sebesar 13,8% (8 mahasiswa) terdeteksi melakukan kelalaian prosedural dalam memverifikasi identitas pasien. Kesimpulannya, intervensi berupa edukasi konseptual dan praktik simulasi RME terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa, sekaligus berfungsi sebagai metode deteksi dini pencegahan human error pada lingkungan yang bebas risiko guna menjamin keselamatan pasien